Apa saja langkah pemetaan dalam training pemetaan Batu Malang?
Langkah pemetaan terdiri atas enam tahap, yaitu perencanaan, pengumpulan data, pengolahan, analisis, penyajian, dan pengendalian mutu. Training pemetaan Batu Malang membimbing peserta menjalani seluruh tahap itu memakai software ArcGIS dengan studi kasus nyata. Setiap peserta berlatih langsung hingga mampu menghasilkan peta yang rapi, akurat, dan siap cetak untuk kebutuhan kerja.
Kebutuhan pemetaan di Malang Raya terbukti nyata. BPBD Kota Batu menyusun kajian bahaya banjir bandang pada 2024. Hasilnya menempatkan sedikitnya 2.698,75 hektare kawasan pada level bahaya tinggi. Selain itu, BPBD Kota Malang memetakan 57 kelurahan dan mencatat 13.465 rumah serta bangunan rawan terdampak. Karena itu, tenaga yang menguasai pemetaan digital semakin berharga bagi instansi dan konsultan.
Tahap pertama adalah perencanaan. Surveyor menentukan tujuan peta, luas wilayah, skala, dan tingkat ketelitian. Misalnya, peta tapak bangunan membutuhkan skala besar, sedangkan peta kecamatan cukup memakai skala menengah. Selain itu, tim memilih sistem koordinat dan metode akuisisi data yang sesuai.
Tahap kedua adalah pengumpulan data. Tim mengukur titik kontrol dengan GNSS, mengambil foto udara, atau menelusuri peta lama. Selanjutnya, tahap ketiga mengolah data mentah menjadi data yang rapi. Pada tahap ini, peserta melakukan georeferencing agar peta pindaian menempati posisi sebenarnya. Peserta memakai ground control point sebagai acuan koordinat.
Sistem koordinat menentukan ketepatan posisi. Wilayah Batu dan Malang berada pada zona UTM 49 selatan. Kode EPSG 32749 mewakili zona tersebut dalam datum WGS 84. Oleh karena itu, peserta belajar menetapkan sistem koordinat sebelum menggambar apa pun. Langkah kecil ini mencegah peta bergeser jauh dari posisi aslinya.
Tahap keempat adalah analisis dan digitasi. Peserta menelusuri objek menjadi poligon, garis, dan titik, lalu mengisi atribut pada database. Berikutnya, analisis overlay menumpuk beberapa lapisan data, misalnya lereng, curah hujan, dan jenis tanah. Sebuah penelitian rawan longsor di Kota Batu memakai overlay empat parameter, antara lain curah hujan dan jenis tanah. Dengan demikian, peta menjawab pertanyaan, bukan sekadar menampilkan gambar.
Tahap kelima adalah penyajian. Peserta menyusun layout dengan judul, legenda, skala, dan arah utara, lalu mencetaknya sesuai ukuran standar. Tahap keenam adalah pengendalian mutu. Surveyor membandingkan koordinat hasil peta dengan titik cek independen di lapangan. Hasil perbandingan itu menunjukkan apakah peta layak masuk dokumen resmi.
Ketelitian peta perlu terukur. Studi pemetaan fotogrametri di Bali menguji peta dengan SNI 8202:2019 memakai nilai CE90 untuk horizontal dan LE90 untuk vertikal. Nilai CE90 menyatakan kesalahan posisi horizontal pada tingkat kepercayaan 90 persen. Sementara itu, LE90 menyatakan kesalahan tinggi pada tingkat kepercayaan yang sama. Dengan demikian, peserta memahami bahwa peta yang baik harus lolos uji angka, bukan hanya tampak rapi.
Mengapa pemetaan penting bagi Batu dan Malang Raya?
Pekerjaan pemetaan di Malang Raya biasanya berawal dari persoalan lapangan yang konkret. Misalnya, staf perencanaan menumpuk lapisan sungai, lereng, dan permukiman pada satu peta. Lalu ia menghitung jumlah bangunan yang berdiri dekat bantaran. Berikutnya, ia menandai zona rawan dengan warna berbeda. Terakhir, ia mencetak peta untuk rapat koordinasi bersama aparat kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa pemetaan mencakup 57 kelurahan dan melibatkan tim ahli Universitas Negeri Malang. Hasil pemetaan itu mencatat sekitar 53.860 jiwa rentan terdampak bencana. Sementara itu, kajian tentang Kota Batu mencatat alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman dan wisata meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir. Peta yang akurat membantu pemerintah daerah mengendalikan perubahan tersebut. Karena itu, kompetensi pemetaan menjadi kebutuhan nyata, bukan sekadar pelengkap riwayat hidup.
Apa saja metode survei pemetaan?
Survei pemetaan umumnya memakai tiga pendekatan utama. Sebuah tesis UGM menyebut pemetaan terestris, ekstraterestris, dan fotogrametris sebagai metode dalam pemetaan. Silabus kemah kerja Teknik Geomatika ITS juga membahas metode terestris, ekstraterestris, dan penginderaan jauh. Hasil survei dengan metode apa pun sama-sama bermuara pada data spasial. Training pemetaan Batu Malang membekali peserta untuk mengolah data tersebut di ArcGIS.
|
Metode |
Cara Kerja |
Kelebihan |
Keterbatasan |
|
Terestris |
Pengukuran langsung memakai total station atau GNSS |
Ketelitian tinggi dan menjadi acuan baku |
Memerlukan waktu dan personel lebih banyak |
|
Fotogrametri drone (UAV) |
Foto udara tumpang tindih diolah menjadi orthophoto dan model permukaan |
Akuisisi cepat pada wilayah luas |
Ketelitian umumnya di bawah terestris dan butuh titik kontrol |
|
Penginderaan jauh |
Interpretasi citra satelit atau udara |
Menjangkau area luas dan sulit dijangkau |
Memerlukan interpretasi dan verifikasi lapangan |
Metode terestris tetap menjadi acuan ketelitian. Sebuah tugas akhir politeknik menyebut total station masih menjadi metode baku pengukuran. Namun, pengambilan data dengan total station memerlukan waktu cukup lama dan personel yang banyak. Karena itu, tim sering menyisihkan metode ini untuk area kecil atau titik yang menuntut ketelitian tinggi.
Fotogrametri drone unggul pada kecepatan. Penelitian UGM menemukan akuisisi data UAV lebih cepat pada wilayah luas, tetapi ketelitiannya masih di bawah metode terestris. Sementara itu, evaluasi drone RTK di UGM mencatat ketelitian horizontal CE90 sebesar 0,097 meter. Selain itu, Kementerian ATR/BPN mewajibkan akuisisi foto udara dengan metode fotogrametri pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.
Pemilihan metode bergantung pada luas area, anggaran, dan tingkat ketelitian. Untuk persil kecil dengan batas rapat, pengukuran terestris memberi hasil paling terkontrol. Untuk lereng luas atau kawasan wisata, drone menghemat waktu secara signifikan. Sementara itu, penginderaan jauh membantu memantau perubahan tutupan lahan dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, surveyor berpengalaman sering memadukan GNSS untuk titik kontrol dengan drone untuk cakupan area.
Berapa biaya training pemetaan dan apa saja materinya?
Training pemetaan Batu Malang di Pentamedia mematok investasi Rp 777.000 plus PPN. Biaya itu sudah mencakup 3 sertifikat kursus resmi. Ketentuan berlaku, dan harga dapat berubah sewaktu-waktu. Admin Pentamedia menyediakan konfirmasi harga terbaru.
Kurikulum program Pelatihan Kursus GIS dan Pemetaan Dasar ini menggunakan satuan Jam Pelajaran (JP). Berikut enam modulnya:
- Dasar-dasar Sistem Informasi Geografis (9 JP): Anda mengenal konsep data spasial dan antarmuka software.
- Manajemen dan pengelolaan data peta geografis (10 JP): Anda mengatur lapisan, atribut, dan format data agar rapi.
- Analisis dan penetapan koordinat atau georeferencing (5 JP): Anda menempatkan peta pindaian pada posisi sebenarnya.
- Digitalisasi peta dan manajemen database GIS (5 JP): Anda mengubah peta pindaian menjadi data vektor yang terstruktur.
- Pembuatan layout peta geografis menggunakan ArcGIS (5 JP): Anda menata legenda, skala, dan elemen peta lainnya.
- Praktik mencetak peta sesuai skala dan ukuran standar (2 JP): Anda menyiapkan peta cetak pada ukuran kertas yang tepat.
Peserta juga mendapatkan fasilitas berikut:
- Modul pembelajaran lengkap dan terstruktur
- Praktik langsung menggunakan software ArcGIS
- Bimbingan intensif oleh instruktur berpengalaman
- Sertifikat resmi setelah pelatihan selesai
- Akses konsultasi teknis selama masa kursus
Program ini berjalan dalam 5 kali pertemuan, dan setiap sesi berlangsung 180 menit. Pilihan kelas online memungkinkan peserta dari Batu dan Malang Raya belajar dari mana saja. Kelas offline mengikuti jadwal dan lokasi yang admin konfirmasi. Metode belajarnya praktis, langsung, dan aplikatif.
Pentamedia juga menyertakan paket bonus. Peserta memperoleh training kebijakan pembangunan wilayah dan kota yang melengkapi sudut pandang perencanaan. Selain itu, peserta memilih satu training pengembangan diri, yakni digital marketing, parenting, membangun karier, navigasi karier, atau leadership. Voucher diskon 30% berlaku untuk aneka pilihan pelatihan di Pentamedia.id.
Program ini cocok bagi beberapa kelompok peserta. Mahasiswa dan fresh graduate memperkuat portofolio tugas akhir dan lamaran kerja. Sementara itu, surveyor dan drafter memperoleh alur kerja dari data koordinat hingga peta cetak. Staf teknik, perencanaan, dan pemetaan memperdalam kompetensi, sedangkan profesional lain menambah keterampilan GIS. Pentamedia menyatakan bahwa materi training dapat menyesuaikan kebutuhan dinas atau kantor Anda.
Pertanyaan yang sering muncul seputar training pemetaan
Pemetaan jurusan apa?
Pemetaan tidak berdiri pada satu jurusan saja. Teknik Geodesi mengkaji dimensi dan bentuk bumi, termasuk laut dan daratan. Sementara itu, Teknik Geomatika menggabungkan ilmu Geodesi dan Informatika dalam satu pendekatan terpadu. Menurut Agung Koko Dwi S, alumnus Teknik Geomatika ITS, ahli survei dan pemetaan termasuk lingkup kerja lulusan geodesi dalam proyek. Selain itu, lulusan Geografi, Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Teknik Sipil banyak memakai peta dalam pekerjaannya.
Apakah training ini cocok untuk pemula di luar jurusan pemetaan?
Cocok. Program ini mengusung konsep belajar ArcGIS dari nol hingga mahir, sehingga modul pertama membahas dasar-dasar GIS. Peserta tidak perlu menguasai survei lapangan sebelum bergabung. Namun, hasil belajar tetap bergantung pada latihan rutin di luar sesi. Karena itu, peserta perlu menyisihkan waktu untuk mengulang praktik.
Apakah peserta dari Batu dan Malang Raya bisa mengikuti kelas online?
Bisa. Pentamedia menyediakan pilihan kelas online dan offline, sehingga peserta memilih format yang sesuai. Kelas online menghemat waktu perjalanan bagi karyawan dan mahasiswa yang jadwalnya padat. Sementara itu, jadwal dan lokasi kelas offline perlu peserta konfirmasi langsung ke admin. Kuota kelas terbatas untuk menjamin kualitas interaksi.
Mengapa memilih Pentamedia Training & Consulting untuk training pemetaan Batu Malang?
Pentamedia Training & Consulting menyelenggarakan program pelatihan bersertifikat dengan fokus pada praktik langsung. Program GIS dan pemetaan dasar ini menggabungkan modul terstruktur, bimbingan instruktur berpengalaman, dan akses konsultasi teknis selama masa kursus. Selain itu, lembaga ini menyediakan beragam pilihan pelatihan lain melalui situs resminya. Karena itu, peserta dapat melanjutkan pengembangan kompetensi setelah kursus berakhir.
Materi training dapat menyesuaikan kebutuhan operasional dinas atau instansi. Kemampuan ini penting bagi tim yang menangani isu tata ruang, kebencanaan, atau perencanaan wilayah. Sementara itu, bonus training kebijakan pembangunan wilayah dan kota memberi konteks kebijakan di balik setiap peta. Dengan demikian, peserta tidak hanya mahir mengoperasikan software, tetapi juga memahami tujuan penggunaan peta.
Kuota kelas sangat terbatas demi menjaga efektivitas interaksi dan praktik peserta. Hubungi admin Pentamedia melalui WhatsApp atau telepon di 0812-2962-5577 untuk menanyakan jadwal, format kelas, dan penyesuaian materi. Anda juga dapat mengunjungi www.pentamedia.id untuk melihat informasi program lengkap. Amankan tempat Anda sekarang dan mulai langkah pertama menuju karier pemetaan yang lebih kompetitif.